Beranda

Ada 10 Desa atau Kelurahan di Kecamatan Talun yakni Banjarsari, Batursari, Donowangun, Jolotigo, Kalirejo, Karangasem, Krompeng, Mesoyi, Sengare, Talun, dengan pusat pemerintahan Kecamatan berada di Desa Kalirejo, aksesnya mudah, dilalui kendaraan roda empat dan dua, jalannya sangat mulus dan beraspal dengan lebar 6 meter.  Batas Kecamatan yakni Utara dan Timur berada di Kabupaten Batang, Selatan Kecamatan Petungkriyono, dan Barat Kecamatan Doro dan Kecamatan Karangdadap.

Menurut data Penduduk dari sumber BPS Pekalongan tahun 2013 menyebutkan ketinggian wilayah dari permukaan laut yakni 300 mdpl, dengan luas area 58,57 (km2), Jumlah penduduk 26.292 dengan perincian laki-laki ada 13.265 jiwa dan perempuan ada 13.027 jiwa dengan tingkatan kepadatan penduduk adalah 449 /km2.

Sedangkan menurut Data di Cipta Karya Kabupaten Pekalongan tahun 2012, disebutkan daerah ini cocok untuk pengembangan lahan pertanian dan sangat bagus serta  menyerap dan  menampung air.  Umumnya lahannya berbukit, dengan warna tanah abu-abu tua sampai coklat dan kuning kemerahan.  Untuk Sumber mata air berada di Desa Kalirejo, Banjarsariu, Kecapi, Talun, Picis, Sengare, Donowangun dan rata-rata digunakan untuk peruntukan irigasi atuu pertanian.

Terkait penggunaan lahan, dominan pada lahan sawah, tegalan, perkebunan, hutan rakyat, bangunan, hutan rakyat. Tanah di Kecamatan Talun dominan pada hutan negara.

Untuk sarana pendidikan, di Kecamatan Talun memiliki TK yang dimiliki oleh masyarakat sebanyak 19, SD Negeri berjumlah 21, swasta 1, untuk SMP negeri ada 3, SMA Negeri ada 1 dan swasta 1. Jika melihat data sarana pendidikan di Kecamatan ini, untuk jenjang anak sekolah di SD/MI penyebarannya sudah cukup merata, hanya saja untuk jenjang SMP yang masih kurang, besar kemungkinan ada persoalan anak tidak sekolah pada kategori lulus tidak lanjut.

Sedangkan untuk sarana kesehatan di Kecamatan ini pada tahun 2012 puskesmas ada 1, pustu ada 2, poliklinik ada 8 dan bidan ada 9 orang. Untuk sarana peribadatan berjumlah 41 masjid, 1 gereja, dan 155 mushola.

Kalau melihat jumlah rumah menurut tipe pada tahun 2012 ada 6.025 dengan perincian tipe A ada 3.915, tipe B ada 1.365 dan tipe C ada 745 ini artinya masih banyak rumah layak huni dan sesuai dengan standar kesehatan dibandingkan dengan rumah layak huni, tetapi belum memenuhi standar kesehatan ataupun rumah yang belum layak huni dan belum memenuhi standar kesehatan. 

Sedangkan dari jumlah Dusun di Kecamatan ini ada 67, RW ada 30 dan RT ada 144, dengan pemanfaatan tanah ada yang digunakan untuk  komoditas lobak, brokoli, bawang daun, tomat, mentimun, cabai, buncis, duku, manggis, buah durian.  Sedangkan untuk kawasan perkebunan untuk  komoditas berupa kapuk, kopi, teh, aren, lada.

Untuk obyek wisata di Kecamatan ini yang terkenal adalah Curug Bidadari yang berada di desa Purbo Jolotigo, Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan, Ada juga Batur Wali sebuah situs di kebun coklat milik Kudung dan Daslam di Dusun Kroto Desa Talu dalam bentuk batu lempengan tipis dan berbentuk persegi panjang antara 1-4 meter.

Kecamatan Talun yang merupakan bagian Organisasi Perangkat Daerah dari Kab. Pekalongan, mempunyai peran yang sangat strategis dalam pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat, yang mendukung pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan Kab. Pekalongan. Oleh karena itu Renstra Kec. Talun, mengacu pada RPJMD Kab. Pekalongan Tahun 2016-2021.

1.   Visi

Visi merupakan harapan atau keinginan yang akan dicapai oleh OPD Kec. Talun dalam lima tahun, dan karena merupakan satu kesatuan dari Kab. Pekalongan, maka Visi Kec. Talun adalah sama/mendukung Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan 2016-2021, yaitu:  ”Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera, Religius dan Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal”.

Rumusan visi tersebut terdiri dari 4 unsur frasa kalimat sebagai berikut :

1. Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera.

2. Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Religius.

3. Terwujudnya Pembangunan Kabupaten Pekalongan yang Berkelanjutan.

4. Potensi Lokal sebagai Basis Tercapainya Masyarakat Sejahtera Religius dan Berkelanjutan.

Pengertian masing-masing unsur frasa visi tersebut adalah sebagai berikut:

Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera, yang dimaksud adalah kondisi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang dapat terpenuhi kebutuhan dasar meliputi sandang, pangan, papan, dan memperoleh pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan secara layak serta terbukanya kesempatan kerja yang luas dan mampu menyerap tenaga kerja dengan penghasilan memadai.

Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Religius,yang dimaksud adalah kondisi Kabupaten Pekalongan yang masyarakatnya dan aparaturnya bersih dan berwibawa berahlak mulia berlandaskan nilai-nilai religiusitas keagamaan.

Terwujudnya Pembangunan Kabupaten Pekalongan yang Berkelanjutan, yang dimaksud adalah terselenggaranya kegiatan pembangunan baik fisik maupun non fisik di Kabupaten Pekalongan yang memperhatikan kaidah-kaidah pembangunan yang berwawasan lingkungan, yang memperhatikan tata ruang dan keseimbangan alam. Pembangunan berkelanjutan juga diartikan sebagai: (i) Pembangunan yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan; (ii) Pembangunan yang menjaga keberlanjutan kehidupan social masyarakat; dan (iii) Pembangunan yang menjaga kualitas lingkungan hidup masyarakat dengan tata kelola pelaksanaan pembangunan yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi kegenerasi berikutnya.

Potensi Lokal sebagai Basis Tercapainya Masyarakat Sejahtera Religius dan Berkelanjutan, yang dimaksud adalah Kabupaten Pekalongan memiliki potensi sumberdaya lokal yang bisa dikembangkan dengan optimal, menjadi modal dalam mencapai Kabupaten Pekalongan yang sejahtera dan bermartabat. Sumberdaya lokal dimaksud antara lain adalah potensi industri kerajinan batik, tenun dan produk tekstil lainya, potensi ekonomi, potensi sumberdaya alam lainnya serta potensi sistem sosial budaya masyarakat dengan ciri religiusitas yang menonjol dan berkelanjutan.

2.   Misi

Misi merupakan tindakan yang akan dilakukan untuk memwujudkan tercapainya visi, dimana sama/mendukung misi kepala daerah, yaitu:

1.  Meningkatkan fasilitasi pembangunan sosial dan ekonomi kerakyatan berbasis pada UMKM, pertanian, peternakan dan perikanan.

2.  Mewujudkan rasa aman dan adil pada masyarakat.

3.  Meningkatkan pembangunan kehidupan keagamaan masyarakat yang lebih baik

4.  Menyelenggarakan birokrasi pemerintahan yang profesional, bersih dan berakhlak.

5.  Meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berbasis pada pemerataan wilayah dan berwawasan lingkungan.

6.  Memantapkan potensi sosial budaya lokal untuk peningkatan daya saing daerah.

7.  Mendorong iklim investasi yang berbasis pada potensi ekonomi daerah.

3.   Tujuan

Tujuan  adalah  pernyataan-pernyataan  tentang  hal-hal  yang  perlu dilakukan  untuk  memecahkan  permasalahan,  dan  menangani  isu  strategis daerah yang dihadapi, namun ada juga yang menyatakan sebagai hasil yang hendak dicapai.

Sesuai yang tertulis dalam Renstra Kec. Talun Tahun 2016-2021, Tujuan Pelayanan OPD Kec. Talun adalah: “Meningkatnya kapasitas pemerintah daerah Kabupaten Pekalongan yang mencakup sistem, kelembagaan dan ASN di Tingkat Kecamatan”.

4.   Sasaran

Dalam rangkamencapai hasil yang akan dicapai dari tujuan yang telah ditetapkan tersebut, maka sasaran yang akan dicapai dalam rentang waktu lima tahun kedepan, adalah:“Meningkatnya penyelenggaraan pemerintahan yang mapan dan berkelanjutan, serta pelayanan publik sesuai dengan prinsip-prinsip Good Governance di Tingkat Kecamatan”.

Dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran agar dapat diformulasikan secara terukur, spesifik dan mudah dicapai, serta rasional, dalam jangka waktu 5 tahun kedepan, maka perlu indikator dan target kinerja sasaran sebagai tolol ukur keberhasilan atau kegagalan dalam pencapaian sasaran. Berikut (tersebut dalam Tabel 2.1 di bawah) adalah rencana kinerja pelayanan OPD Kec. Talun berdasar Rentsra OPD Kec. Talun Tahun 2016-2021: